Rief Imoet@2013. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

Cinta Tak Pernah Salah

Awalnya, ketika seorang pria benar-benar jatuh cinta kepada seorang wanita, dunia terasa indah. Hidup jadi lebih bersemangat dan penuh arti. Apa saja tentang wanita tersebut pasti akan menarik perhatiannya. Setiap kali bertemu, hati bergetar dan jantung pun berdebar. Kemudian, ketika pria menyatakan cinta dan wanita menerima, mereka pun sepakat untuk pacaran. Masa pacaran adalah masa yang paling indah karena memberikan kesempatan untuk mengenal satu sama lain secara lebih mendalam.
Ketika pasangan akhirnya memutuskan untuk menikah dan mengucapkan janji setia; dalam suka maupun duka, ketika sehat ataupun sakit, di saat senang ataupun susah—kata-kata tersebut pastilah keluar dari lubuk hati yang terdalam. Artinya, pasangan tersebut telah bersepakat untuk memulai hidup baru bersama dengan modal utama adalah cinta yang mereka miliki. Cinta yang dipercaya akan menjadi perekat hati mereka untuk selama-lamanya sampai maut datang memisahkan.
Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Akan tetapi, yang sering kita jumpai adalah cinta menjadi luntur hanya setelah beberapa tahun menikah. Bahkan, ada yang di saat pernikahan baru berjalan beberapa bulan atau bahkan ada yang dalam hitungan minggu saja. Mengapa ini bisa terjadi?
Kita semua tahu bahwa di saat pacaran, cinta itu selalu ada karena adanya rasa penasaran yang menyebabkan letupan-letupan kecil di dalam hati. Ketika akan bertemu, pria mungkin bertanya-tanya dalam hati, “Apa yang akan saya katakan kepadanya jika dia keluar menyambut kedatangan saya?” Ketika pasangannya marah, pria selalu tertantang untuk memenangkan hatinya kembali. Segalanya terasa indah sampai ketika pasangan memasuki fase yang namanya ‘perkawinan’.
Setelah resmi menikah dan tinggal di bawah satu atap, di sinilah masalah berawal. Tanpa disadari, kita mulai terbelenggu dengan apa yang disebut ‘rutinitas’ dan ditambah lagi dengan kehadiran anak dalam keluarga. Wanita yang bekerja di luar rumah dan juga harus menjalankan perannya sebagai seorang ibu pasti memiliki beban yang lebih berat dibandingkan dengan wanita yang tidak bekerja.
Akibatnya, tanpa disadari, ketika anak dan pekerjaan menjadi prioritas utama, wanita hampir tidak mempunyai waktu luang untuk memadu kasih dengan pria yang menjadi pasangan hidupnya. Kasih itu bagaikan tanaman yang membutuhkan pupuk untuk menjadi besar dan subur. Pupuk yang utama dalam agar cinta dan kasih dapat tumbuh subur adalah ‘komunikasi’.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS